Pertama Kalinya, Trio Ronaldo, Dybala, dan Higuain Dimainkan

Dalam laga lanjutan fase penyisihan Grup Liga Champions, Juventus menurunkan skuat tidak biasa. Menghadapi dari Lokomotiv Moscow, pelatih dari Bianconeri yakni Maurizio Sarri menurun trio penyerangnya seperti Cristiano Ronaldo, Paulo Dyabala, dan serta Gonzalo Higuain.

Dalam laga matchday tiga Liga Champions di Allianz Stadium, Rabu (23/10) dinihari WIB, Juventus mampu menang tipis atas Lokomotiv Moscow. Namun kemenangan ini diraih dengan susah payah, apalagi tim skuat Maurizio Sarri sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan dan bahkan sempat tertinggal satu gol terlebih dahulu.

Saat timnya tertinggal dan kesulitan untuk mencetak gol, Maurizio Sarri langsung mengambil resiko. Pelatih berusia 60 tahun ini memasukan Higuain tepat laga telah berjalan ke-48 tanpa menarik salah satu penyerangnya dan ini pertama kalinya Sarri memainkan tiga penyerang sekaligus.

Eks pelatih dari Napoli, dan Chelsea ini memang tidak pernah memainkan tiga pemain berposisi sebagai penyerang secara bersamaan. Hal ini dilakukan nya demi menjaga keseimbangan tim.

“Apabila saya tengah berada di bar, saya akan memainkan ketiganya (Penyerang murni) terlihat seperti ide yang bagus. Namun jika saya berada di base lapangan pertandingan mungkin saya akan berpikir untuk keseimbangan tim lagi,”ungkap dari Sarri.

Namun menghadapi Lokomotiv Moscow yang menerapkan strategi parkir bus, Sarri pun tak mempunyai pilihan selain mengambil resiko memainkan tiga penyerang sekaligus. Sarri langsung memainkan trio striker ini bersama-sama sekitar 34 menit, hingga Dybala ditarik pada menit ke-82.

Hasilnya pun efektif, sebab dua tembakan Dybala berbuah gol, di menit ke-77 dan 80. Setelah unggul, Sarri langsung mengganti Dybala dan kembali dengan formasi dua penyerang.

“Kami merasa bahwa semakin lama Lokomotiv tak lagi punya kekuatan untuk melancarkan serangan balik, jadi saya mengambil risiko dengan memasukkan Higuain dan juga Adrien Rabiot serta Rodrigo Bentancur,” ujar Sarri pada Sky Sport Italia.

“Namun ada kekurangan nya karena kami membuat permainan lebih condong ke sektor tengah. Pada laga babak kedua pun, kami mencoba untuk lebih ke kanan, ketika Paulo (Dybala) bermain lebih turun sebagai trequartista, dia bermain lebih ke kanan. Jadi, seringkali kami terlalu condong bermain di satu sisi. Kami akan memperbaikinya,” sambung eks pelatih Chelsea itu.