Maurizio Sarri, Pelatih Unik yang Tak Mau Ikut Campur Urusan Transfer Pemain

agrabet – Biasanya, pelatih tim-tim besar tentu ingin beli beberapa pemain yang mereka kehendaki untuk memperlancar strategi yang mereka rancang. Akan tetapi, nampaknya asumsi itu tidak laku untuk pelatih Chelsea, Maurizio Sarri yang malah tidak ingin ikut serta.

Sarri sekarang tengah melakukan musim pertamanya mengatasi The Blues. Seperti pelatih-pelatih lainnya yang baru berkarier di Premier League, Sarri masih tetap perlu waktu untuk menyesuaikan, tetapi selama ini ia telah mengerjakannya dengan lumayan baik.

Style bermain Chelsea beralih mencolok. Sarri suka membuat strategi yang memercayakan umpan-umpan pendek serta membuka pertahanan lawan lewat umpan-umpan terobosan yang membelah barisan pertahanan lawan.

Waktu hadir ke Chelsea, Sarri membawa satu pemain andalannya, Jorginho. Mungkin cuma itu yang Sarri meminta. Banyak pelatih yang mempunyai permasalahan dengan pihak club sebab tidak memperoleh pemain yang mereka harap, tetapi tidak dengan Sarri. Menjadi pelatih, ia cuma ingin lakukan pekerjaannya menolong pemain di lapangan, tidak ada yang lainnya.

“Tidak benar-benar, saya fikir tidak demikian [soal tugasnya dipastikan oleh pembelian pemain hebat]. Pekerjaan saya berada di lapangan,” tegas Sarri.

“Saya tidak ingin ikut serta dalam transfer, sebab saya ingin mengubah daya saya untuk beberapa hal lainnya. Saya ingin memakai daya saya di lapangan, bila tidak saya akan mendapatkan permasalahan.” Prinsip Sarri ini mungkin ada benarnya, terutamanya buat pelatih-pelatih Premier League. Agenda laga Chelsea demikian padat, Sarri tidak ingin habiskan dayanya untuk pikirkan suatu tidak hanya menyiapkan team sebaik-baiknya. Di lain sisi, perihal ini pun membuat tidak dapat membuat strategi terunggul.

“Di Inggris, kami mesti bermain beberapa waktu sekali – bila saya habiskan 50 % daya mental saya pada suatu yang berlainan, saya akan mendapatkan permasalahan di lapangan.”

“Kebanyakan orang tahu opini saya serta saya yakin club akan kerja keras [untuk menghadirkan pemain]. Saya tidak memahami mengapa saya mesti ikut serta,” tandas ia.